Spesifikasi Bahasa Pemrograman

September 21, 2008
kutipan ini di ambil dari http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/SistemOperasi/2005/89/89-4X-text-buku.txt
pada tanggal 20 September 2008

disini yang di contohkan dengan menghgunakan Bahasa Pemrograman Java

Bahasa Java merupakan bahasa pemrograman yang berorientasi pada objek
(object-oriented), memiliki arsitektur yang netral (architecture-
neutral), dapat didistribusikan, dan mendukung multithread. Objek-
objek dalam Java dispesifikasikan ke dalam class; program Java
terdiri dari satu atau beberapa class.

----------------------------------------------------
Gambar 8-2. Contoh penggunaan class objek dalam Java
----------------------------------------------------

01 class Objek1 {
02	private int attribut1;
03	private String attribut2;
04	public void changeAttribut1() {
05	  // melakukan sesuatu terhadap attribut1 harus dengan method
06	  // ini. Jadi variabel attribut1 aman di dalam objeknya,
07	  // tidak mudah diakses begitu saja...
08	}
09 }
10
11 class Objek2 {
12	private int attribut1;
13	private String attribut2;
14	public Objek1 objekSatu;
15	public void interfensi() {
16	       objekSatu.changeAttribut1();
17	       // valid karena akses modifiernya public
18             System.out.print(objekSatu.attribut1);
19	       // invalid karena akses modifiernya private
20	}
21 }

Dari setiap class dalam Java, Java compiler menghasilkan sebuah
output berupa berkas bytecode yang bersifat architecture-neutral.
Artinya, berkas tersebut akan dapat berjalan pada mesin virtual Java
(JVM) manapun. Pada awalnya, Java digunakan untuk pemrograman
Internet, karena Java menyediakan sebuah layanan yang disebut dengan
applet, yaitu program yang berjalan dalam sebuah web browser dengan
akses sumber daya yang terbatas. Java juga menyediakan layanan untuk
jaringan dan distributed objects. Java adalah sebuah bahasa yang
mendukung multithread, yang berarti sebuah program Java dapat
memiliki beberapa thread.

Java termasuk sebuah bahasa yang aman. Hal ini sangat penting
mengingat program Java dapat berjalan dalam jaringan terdistribusi.
Java juga memiliki suatu pengendalian memori dengan menjalankan
garbage collection, yaitu suatu fasilitas untuk membebaskan memori
dari objek-objek yang sudah tidak dipergunakan lagi dan
mengembalikannya kepada sistem.

Pemrograman Non Prosedural

September 21, 2008

Perkembangan bahasa untuk komputasi komersial berjalan lambat. Banyak bahasa dan piranti baru untuk menghasilkan peningkatan produktifitas DP, diantaranya: Bahasa Generasi keempat. Bahasa Produktifitas tinggi. Bahasa Non Prosedural. Pembuatan Aplikasi.

Dengan bahasa generasi keempat, kemampuan komputer dapat diakses bagi semua orang, tanpa melakukan banyak pelatihan. Gaya bahasa: Memiliki kemampuan yang handal dan ringkas. Memiliki grafis yang bagus. Cocok untuk pemakai terakhir dengan sedikit latihan. Revolusi computer Proses Instruksi lebih cepat dan mudah, karena Komputer meningkat dalam hal kuantitas dan kecepatannya.

Aplikasi akan secara meningkat dibuat oleh Pemakai terakhir Konsultan bisnis System Analyst. System analyst memerlukan bahasa komputer yang handal. Dapat membuat aplikasi sendiri dengan cepat dan konsentrasi utama pada bisnis/aplikasi bukan pada coding. Generasi Bahasa Bahasa Mesin Bahasa Assembly Bahasa Tingkat Tinggi(Fortran, Cobol) Programmer dapat memberikan code program dengan tanpa pengetahuan instruksi mesin dan register. Memerlukan sejumlah besar baris code untuk system komersial dan di design untuk DP Profesional. IV. Bahasa Generasi Keempat (4GL) Tujuan: untuk mempercepat proses pembuatan aplikasi. untuk mempermudah aplikasi dan mempercepat perubahan ( mengurangi harga perawatan. meminimalkan problem debugging. membuat bahasa lebih dikenal. 4GL bergantung basis data dan kamus data. Bahasa generasi III: bervariasi sintaxnya. konstruksi sama pada umumnya. Bahasa generasi IV, agak berbeda konstruksinya. V. Bahasa Generasi Kelima –AI memberikan code pengetahuan yang kompleks sehingga suatu mesin mungkin dapat menggambarkan kesimpulan. mengerjakan processor parallel yang tinggi.

Bahasa Prosedural vs Bahasa Non Prosedural Prosedural, “bagaiman” suatu diselesaikan. Bahasa Non Prosedural, “Apakah” yang akan diselesaikan. Hampir semua bahasa query, paket grafik untuk non prosedural. Bahasa 4GL berkekuatan di query dan bahasa pemograman tingkat tinggi. Bahasa generasi III hampir dapat membuat semua aplikasi, 4GL hanya untuk tugas tertentu saja. Batasan Pilihan Feature pada setting generasi berbeda. Dialog satu dimensional: Komputer saling menukar karakter stream dengan pemakai. Tombol pemakai merupakan perintah dan operasi pada komputer. Dialog dua dimensional: Pemakai merespon pada layar. mengambil, memasukkan data/item pada layar. Prinsip Pokok dalam design 4GL: Prinsip pekerjaan minimal Prinsip keterampilan minimal Prinsip pengindaran syntax dan mechanic asing Prinsip waktu kosong(delay) Prinsip usaha minimal (min error) Prinsip perawatan minimal ( costumize) Prinsip hasil maksimal Ciri Bahasa generasi keempat: Tidak perlu training lama pada DP Bahasa untu semua pemakai Bahasa query Pembuat aplikasi Mencakup bahasa procedural/ non prosedural 1950 1960 1970 1980 1990 1 mechine code 2 Assembler code 3 High Level Language 4 Forth Gen Language 5 Knowledge Based Systems structured Techniques CAD Techniques AI.Techniques Language Generation Karakter Pokok dari 4GL Daftar kriteria pokok tersebut antara lain: Apakah diperuntukan untuk perhitungan rutin atau keputusan(pengambilan keputusan). Apakah diperuntukan untuk pemakai terakhir atau DP professional. Apakah memerlukan ketrampilan programmer atau tidak. Keistimewaan yang ada: Simple queries. Simple queries & Update. Komplek queries. Komplek queries & Update. Kemampuan membuat basis data secara cepat. Operasi intelligent basis data Perubahan di satu sisi menyebabkan terjadinya operasi lain secara otomatis. Generasi layar data entry untuk operator key entry(dengan cek validasi). Generasi layar update. Bahasa prosedural yang memberikan kemampuan pemograman penuh. Teknik grafis untuk design aplikasi. Penyebaran manipulasi. Manipulasi multi dimensi matrik. Pembuatan laporan. Pembuatan grafik. Manipulasi grafik. Keputusan dukungan untuk pertanyaan what-if. Peralatan analisa matematika. Peralatan analisa keuangan. Peralatan pendukung lain Manipulasi teks Mailbox elektronik : Apakah on-line/off-line Apakah dijalankan untuk mainframe, miniframe atau PC. Dapatkah meng-access mainframe atau remote basis data. Apakah cukup mudah digunakan. Dapatkah hasilnya diperoleh dengan cepat. Properti 4GL: Untuk semua bahasa dapat disebut generasi keempat harus mempunyai karakteristik sebagai berikut: User-friendly. Programmer non-profesional dapat memperoleh hasil. Menggunakan system manajemen basis data secara langsung. Program untuk semua aplikasidapat dibuat dengan satu perintah lebih sedikit daripada COBOL. Code non-prosedural digunakan, jika mungkin. Akan membuat asumsi default intelligent tentang yang diinginkan pemakai, jika mungkin. Disusun unutk operasi on-line. Memberi kekuatan dan semangat code terstruktur. Mempermudah pemahaman dan perawatan code oranglain. Pemakai non-DP dapat mempelajarinya dengan cepat. Dirancang untuk debugging dengan mudah. Prototype dapat dibuat dan dimodifikasi dengan cepat. Hasilnya dapat diperoleh dengan perintah magnitude waktu yang lebih cepat dari COBOL/PLI. Tidak semua bahasa yang memiliki property tersebut seluruhnya dan cocok untuk semua aplikasi. Harus dipilih bahasa pemograman tertentu untuk aplikasi tertentu. Komponen 4GL 4GL dengan tujuan umum yang baik mempunyai komponen non-prosedural yang mungkin disembunyikan pada fasilitas prosedural. Seperti pada gambar berikut: Application parameter, meliputi pemberian nama parameter, catalog, versi, pembuat dsb. Data specification, penentuan spesifikasi laporan berdasarkan data yang diambil. Screen specification, penentuan bentuk tampilan. Dialog specification, menentukan interaksi manusia dengan komputer. Specification Of Rules, aturan-aturan untuk penentuan keputusan. Biasanya dipisahkan dari badan aplikasi. Dalam kaitan dengan data, laporan, generator layar, pembuat dialog dan penentu aturan adalah fasilitas prosedur Peralatan Peralatan yang diperlukan dan dapat diuji kualitasnya: Fasilitas kreasi basis data. Bahasa query. Pembuatan laporan/grafik Bahasa prosedural Pointer layar. Pembuat dialog Peralatan untuk pembuatan dokumentasi. Peralatan untuk design system & spesifikasi (secara grafis). dsb. Penanganan pada Perbandingan Dengan banyaknya bahasa pemograman user harus selektif dan membandingkan satu dengan yang lain. Perlu pula membandingkan dengan bahasa generasi sebelumnya, seperti: Dapatkah bahasa tersebut mengganti COBOL seluruhnya baik fungsi maupun performance mesin. Jumlah line of code(bahasa procedural, untuk non-prosedural tidak berarti) Waktu pengembangan. CheckList Untuk membantu pemilihan dibuat daftar pertanyaan/property, meliputi: Report Generator Dapatkah dicetak pada stationary khusus, preprinted media. Keamanannya. Dapat di preview sebelum dicetak. Ada subtotal, control total, dsb. Format, dsb. Query Language Apakah intruksinya mudah. Pemakai “naïve” dapat mempelajarinya. Pencarian data dengan criteria tertentu dan rentang tertentu. dll. Graphics Type grafik yang didukung: karakter, alpamosaic(vidioteks), vector(susunan baris pada layar), raster/pixel(dots). Graphics berwarna. Pembuatan graphics menggunakan default intelligent. Kualitas imaginasi. Tersedianya Chart. Dapatkah user memodifikasi grafik tersebut. dll. Link ke tools lain Decision Word processing Financial Otomatisasi kantor: mailbox, pengiriman elektronik, kalender management, dsb. dsb. Database Apakah 4GL memakai DBMS. Dapatkah beroperasi dengan DBMS lain. Apakah merupakan DBMS independent/bebas. Jika DBMS sendiri, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: Fleksibilitas Syarat NW/SW Efisiensi Monitory Security & Privacy Restart & Recovery Integrates Performance Portabilitas Kriteria Pemilihan 4GL lainnya Performance Link ke program generasi keempat Kamus data Perpustakaan Kontrol Integritas Testing Aid Dokumentasi Security/keamanan (scramblede password, password basis data, password file, password record, user, dsb). Auditibilitas Karakteristik System Training Pricing (trial, Leasing, dsb) Vendor Evolusi Bahasa Masa Depan Perbedaan evolusi bahasa computer dipengaruhi oleh: Perkembangan meswin(A/W) yang digunakan oleh pengembang aplikasi. Peningkatan respon desi detik dari perangkat(mempengaruhi dialog) Penggunaan grafik berwarna(CAD-CAM) Penekanan bahasa pokok pada bahasa spesifikasi bukan bahasa pemograman. Dokumentasi spesifikasi sistem diorientasikan pada grafik. Teknik non-prosedural akan digunakan. Penggunaan default yang maksimum untuk meminimalkan pengembangan. Deteksi kesalahan dalam pengembangan aplikasi Aplikasi berbasiskan basis data. Sistem yang berdasarkan knowledgebase(system pakar), biasanya memerlukan bahasa untuk mengekspresikan aturan dan inference (USP/Prolog). Dan untuk meningkatkan user friendliness dapat digunakan cara: Pemrosesan bahasa manusia. Asistensi dalam opersi S/W yang complex. Asisten dalam penempatan data, pengetahuan, dsb. Diagnosa default, problem dan kesalahan operator. Asisten dalam pembuatan spesifikasi dari program dibuat otomatis.

Makalah Demokrasi

June 4, 2008

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.

Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yang sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances.

Ketiga jenis lembaga-lembaga negara tersebut adalah lembaga-lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan untuk mewujudkan dan melaksanakan kewenangan eksekutif, lembaga-lembaga pengadilan yang berwenang menyelenggarakan kekuasaan judikatif dan lembaga-lembaga perwakilan rakyat (DPR, untuk Indonesia) yang memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan legislatif. Di bawah sistem ini, keputusan legislatif dibuat oleh masyarakat atau oleh wakil yang wajib bekerja dan bertindak sesuai aspirasi masyarakat yang diwakilinya (konstituen) dan yang memilihnya melalui proses pemilihan umum legislatif, selain sesuai hukum dan peraturan.

Selain pemilihan umum legislatif, banyak keputusan atau hasil-hasil penting, misalnya pemilihan presiden suatu negara, diperoleh melalui pemilihan umum. Pemilihan umum tidak wajib atau tidak mesti diikuti oleh seluruh warganegara, namun oleh sebagian warga yang berhak dan secara sukarela mengikuti pemilihan umum. Sebagai tambahan, tidak semua warga negara berhak untuk memilih (mempunyai hak pilih).

Kedaulatan rakyat yang dimaksud di sini bukan dalam arti hanya kedaulatan memilih presiden atau anggota-anggota parlemen secara langsung, tetapi dalam arti yang lebih luas. Suatu pemilihan presiden atau anggota-anggota parlemen secara langsung tidak menjamin negara tersebut sebagai negara demokrasi sebab kedaulatan rakyat memilih sendiri secara langsung presiden hanyalah sedikit dari sekian banyak kedaulatan rakyat. Walapun perannya dalam sistem demokrasi tidak besar, suatu pemilihan umum sering dijuluki pesta demokrasi. Ini adalah akibat cara berpikir lama dari sebagian masyarakat yang masih terlalu tinggi meletakkan tokoh idola, bukan sistem pemerintahan yang bagus, sebagai tokoh impian ratu adil. Padahal sebaik apa pun seorang pemimpin negara, masa hidupnya akan jauh lebih pendek daripada masa hidup suatu sistem yang sudah teruji mampu membangun negara. Banyak negara demokrasi hanya memberikan hak pilih kepada warga yang telah melewati umur tertentu, misalnya umur 18 tahun, dan yang tak memliki catatan kriminal (misal, narapidana atau bekas narapidana).

1.2 Identifikasi Masalah

Dalam pelaksanaanya, banyak sekali penyimpangan terhadap nilai-nilai demokrasi baik itu dalam kehidupan sehari-hari di keluarga maupun masyarakat.

Permasalahn yang muncul diantaranya yaitu:

Belum tegaknya supermasi hukum.

Kurangnya partisipasi masyarakat dalam kehidupan bermasnyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pelanggaran terhadap hak-hak orang lain.

Tidak adanya kehidupan berpartisipasi dalam kehidupan bersama (musyawarah untuk mencapai mufakat).

Untuk mengeliminasi masalah-masalah yang ada, maka makalah ini akan memaparkan pentingnya budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, penulis menyusun makalah ini dengan judul “BUDAYA DEMOKRASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI”.

1.3 Tujuan

Tujuan dari makalah ini adalah :

1. Memaparkan masalah-masalah yang timbul yang diakibatkan penyimpangan dari nilai-nilai demokrasi dalam kehidupa sehari-hari.

2. Memaparkan sejumlah sumber hukum yang menjadi landasan demokrasi

3. Memaparkan contoh nyata penerapan budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari.

1.4 Batasan Masalah

Karena banyaknya permasalahan-permasalahan yang timbul, maka makalah ini hanya akan membahas tentang pentingnya budanya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari baik itu dalam keluarga maupun masyarakat, berbangsa dan bernegara.

1.5 Sistematika Penulisan

Agar makalah ini dapat dipahami pembaca, maka penulis membuat sistematika penulisan makalah sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Pendahuluan berisikan latar belakang mengenai pengertian demokrasi, identifikasi masalah yang ditimbulkan oleh pelanggara terhadap nilai-nilai demokrasi, tujuan dibuatnya makalah, pembatasan masalah, dan sistematika penulisan.

BAB II TEORI BUDAYA DEMOKRASI

Teori Budanya Demokrasi berisikan pengertian demokrasi, landasan-landasan demokrasi, sejarah perkembangan demokrasi dan penerapan budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari.

BAB III KESIMPULAN dan SARAN

Kesimpulan dan saran merupakan bab terakhir yang berisikan kesimpulan dari keseluruhan pembahasan serta saran-saran.

BAB II

TEORI BUDAYA DEMOKRASI

2.1 Pengertian Demokrasi

Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.

2.1.1 Menurut Internasional Commision of Jurits

Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan oleh rakyar dimana kekuasaan tertinggi ditangan rakyat dan di jalankan langsung oleh mereka atau oleh wakil-wakil yang mereka pilih dibawah sistem pemilihan yang bebas. Jadi, yang di utamakan dalam pemerintahan demokrasi adalah rakyat.

2.1.2 Menurut Lincoln

Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat (government of the people, by the people, and for the people).

2.1.3 Menurut C.F Strong

Suatu sistem pemerintahan di mana mayoritas anggota dewasa dari masyarakat politik ikut serta atas dasar sistem perwakilan yang menjamin bahwa pemerintahan akhirnya mempertanggungjawabkan tindakan-tindakan kepada mayoritas itu.

2.2 Landasan-landasan Demokrasi

2.2.1 Pembukaan UUD 1945

1. Alinea pertama

Kemerdekaan ialah hak segala bangsa.

2. Alinea kedua

Mengantarkan rakyat Indonesia kepintu gerbang kemerdekaan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

3. Alinea ketiga

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan didorong oleh keinginan luhur supaya berkehidupan dan kebangsaaan yang bebas.

4. Alinea keempat

Melindungi segenap bangsa.

2.2.2 Batang Tubuh UUD 1945

1. Pasal 1 ayat 2

Kedaulatan adalah ditangan rakyat.

2. Pasal 2

Majelis Permusyawaratan Rakyat.

3. Pasal 6

Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.

4. Pasal 24 dan Pasal 25

Peradilan yang merdeka.

5. Pasal 27 ayat 1

Persamaan kedudukan di dalam hukum.

6. Pasal 28

Kemerdekaan berserikat dan berkumpul.

2.2.3 Lain-lain

1. Ketetapan MPR RI No. XVII/MPR/1998 tentang hak asasi

2. UU No. 39 tahun 1999 tentang HAM

2.3 Sejarah dan Perkembangan Demokrasi

Isitilah “demokrasi” berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena kuno pada abad ke-5 SM. Negara tersebut biasanya dianggap sebagai contoh awal dari sebuah sistem yang berhubungan dengan hukum demokrasi modern. Namun, arti dari istilah ini telah berubah sejalan dengan waktu, dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke-18, bersamaan dengan perkembangan sistem “demokrasi” di banyak negara.

Kata “demokrasi” berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam bidang ilmu politik. Hal ini menjadi wajar, sebab demokrasi saat ini disebut-sebut sebagai indikator perkembangan politik suatu negara.

Demokrasi menempati posisi vital dalam kaitannya pembagian kekuasaan dalam suatu negara (umumnya berdasarkan konsep dan prinsip trias politica) dengan kekuasaan negara yang diperoleh dari rakyat juga harus digunakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Prinsip semacam trias politica ini menjadi sangat penting untuk diperhitungkan ketika fakta-fakta sejarah mencatat kekuasaan pemerintah (eksekutif) yang begitu besar ternyata tidak mampu untuk membentuk masyarakat yang adil dan beradab, bahkan kekuasaan absolut pemerintah seringkali menimbulkan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia.

Demikian pula kekuasaan berlebihan di lembaga negara yang lain, misalnya kekuasaan berlebihan dari lembaga legislatif menentukan sendiri anggaran untuk gaji dan tunjangan anggota-anggotanya tanpa mempedulikan aspirasi rakyat, tidak akan membawa kebaikan untuk rakyat.

Intinya, setiap lembaga negara bukan saja harus akuntabel (accountable), tetapi harus ada mekanisme formal yang mewujudkan akuntabilitas dari setiap lembaga negara dan mekanisme ini mampu secara operasional (bukan hanya secara teori) membatasi kekuasaan lembaga negara tersebut.

Penerapan Budaya Demokrasi Dalam Kehidupan Sehari-hari

Di Lingkungan Keluarga

Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan keluarga dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut:

Kesediaan untuk menerima kehadiran sanak saudara;

Menghargai pendapat anggota keluarga lainya;

Senantiasa musyawarah untuk pembagian kerja;

Terbuka terhadap suatu masalah yang dihadapi bersama.

Di Lingkungan Masyarakat

Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan masyarakat dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut:

Bersedia mengakui kesalahan yang telah dibuatnya;

Kesediaan hidup bersama dengan warga masyarakat tanpa diskriminasi;

Menghormati pendapat orang lain yang berbeda dengannya;

Menyelesaikan masalah dengan mengutamakan kompromi;

Tidak terasa benar atau menang sendiri dalam berbicara dengan warga lain.

Di Lingkungan Sekolah

Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan sekolah dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut:

Bersedia bergaul dengan teman sekolah tanpa membeda-bedakan;

Menerima teman-teman yang berbeda latar belakang budaya, ras dan agama;

Menghargai pendapat teman meskipun pendapat itu berbeda dengan kita;

Mengutamakan musyawarah, membuat kesepakatan untuk menyelesaikan masalah;

Sikap anti kekerasan.

Di Lingkungan Kehidupan Bernegara

Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan kehidupan bernegara dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut:

Besedia menerima kesalahan atau kekalahan secara dewasa dan ikhlas;

Kesediaan para pemimpin untuk senantiasa mendengar dan menghargai pendapat warganya;

Memiliki kejujuran dan integritas;

Memiliki rasa malu dan bertanggung jawab kepada publik;

Menghargai hak-hak kaum minoritas;

Menghargai perbedaan yang ada pada rakyat;

Mengutamakan musyawarah untuk kesepakatan berrsama untuk menyelesaikan masalah-masalah kenegaraan.

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Dari pengalaman masa lalu bangsa kita, kelihatan bahwa demokrasi belum membudaya. Kita memang telah menganut demokrsai dan bahkan telah di praktekan baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan bebangsa dan bernegara. Akan tetapi, kita belum membudanyakannya.

Membudaya berarti telah menjadi kebiasaan yang mendarah daging. Mengatakan “Demokrasi telah menjadi budaya” berarti penghayatan nilai-nilai demokrasi telah menjadi kebiasaan yang mendarah daging di antara warga negara. Dengan kata lain, demokrasi telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisah-pisahkan dari kehidupanya. Seluruh kehidupanya diwarnai oleh nilai-nilai demokrasi.

Namun, itu belum terjadi. Di media massa kita sering mendengar betapa sering warga negara, bahkan pemerintah itu sendiri, melanggar nilai-nilai demokrasi. Orang-orang kurang menghargai kebabasan orang lain, kurang menghargai perbedaan, supremasi hukum kurang ditegakan, kesamaan kurang di praktekan, partisipasi warga negara atau orang perorang baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan pilitik belum maksimal, musyawarah kurang dipakai sebagai cara untuk merencanakan suatu program atau mengatasi suatu masalah bersama, dan seterusnya. Bahkan dalam keluarga dan masyarakat kita sendiri, nilai-nilai demokrasi itu kurang di praktekan.

Saran

Mewujudkan budaya demokrasi memang tidak mudah. Perlu ada usaha dari semua warga negara. Yang paling utama, tentu saja, adalah:

1. Adanya niat untuk memahami nilai-nilai demokrasi.

2. Mempraktekanya secara terus menerus, atau membiasakannya.

Memahami nilai-nilai demokrasi memerlukan pemberlajaran, yaitu belajar dari pengalaman negara-negara yang telah mewujudkan budaya demokrasi dengan lebih baik dibandingkan kita. Dalam usaha mempraktekan budaya demokrasi, kita kadang-kadang mengalami kegagalan disana-sini, tetapi itu tidak mengendurkan niat kita untuk terus berusaha memperbaikinya dari hari kehari. Suatu hari nanti, kita berharap bahwa demokrasi telah benar-benar membudaya di tanah air kita, baik dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

DAFTAR PUSTAKA

  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi
  2. http://dondsor.blogster.com/demokrasi_dan_Konstitusi.html
  3. Abdulkarim, Aim, Drs, M.Pd. 2004 “Kewarganegaraan untuk SMP Kelas II Jilid 2”. Bandung: Grafindo Media Pratama.
  4. Wijianti, S.Pd. dan Aminah Y., Siti, S.Pd. 2005 “ Kewarganegaraan (Citizenship)”. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama.
  5. Dahlan, Saronji, Drs. Dan H. Asy’ari, S.Pd, M.Pd. 2004 “Kewarganegaraan Untuk SMP Kelas VIII Jilid 2”. Jakarta: Erlangga.

Hello world!

March 29, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!